Respon Terhadap Masalah Menentukan Kualitas Hidup Kita

Saya percaya bahwa kualitas seseorang itu salah satunya tergantung dari bagaimana respon orang tersebut dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya. Setiap hari dan setiap saat manusia mengalami berbagai macam kejadian, entah menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, dan lain-lain.

Karena isi hidup adalah aneka macam kejadian-kejadian seperti itu, maka respon kita terhadap kejadian tersebut begitu penting. Salah merespon dalam akumulasi yang lama hanya akan membuat hidup kita jumud (jenuh), tidak berkembang, kekanak-kanakan, dan banyak mengeluh.

Lantas bagaimana cara kita merespon suatu masalah dengan baik dan benar?
Saat mengalami kejadian, entah itu baik, buruk,dan lain-lain, cobalah berpikir sebagaimana orang-orang besar berpikir.
Cobalah tanyakan pada diri sendiri:
Seandainya orang-orang besar itu mengalami kejadian seperti yang saya alami ini, kira-kira apa reaksi mereka?

Pertanyaan ini membuat kita berpikir, alih-alih mengambil keputusan secara emosional.

Coba tenangkan utk sesaat sel-sel saraf otak kita. Tarik nafas dalam-dalam. Hembuskan!!! Jangan tergesa-gesa untuk menentukan sikap atau respon. Ketenangan membuat kita lebih jernih memandang suatu masalah / kejadian. Ketergesa-gesaan hanya akan membawa petaka. Setelah otak kita agak tenang, cobalah lihat secara keseluruhan masalah yang sedang kita hadapi. Pandanglah secara objektif!!!  

Memandang masalah secara subjektif hanya akan merugikan diri qt sendiri. Objektiflah!!!

Responlah masalah itu dengan sikap lapang dada, optimis, dan tidak mengeluh. Orang-orang besar tidak memandang masalah dengan pesimis. Mereka selalu hidup dalam buncahan optimisme.

Dan para pemenang hanya akan melihat dan memikirkan peluang dibalik problem (masalah) dari pada mengeluh, apalagi menyalahkan orang lain, menyalahkan lingkungan sekitar, bahkan menyalahkan Tuhan seakan tidak adil. Para pemenang juga tidak pernah merasa dirinya paling baik, paling benar dan paling pintar.

Cobalah instropeksi diri, bertanya pada diri sendiri, sudah berbuat apa, sudah bermanfaat apa. Cobalah hindari memprovokasi diri sendiri.

Berpikirlah tentang solusi, maka emas kan kau dapat. Mengeluhlah, maka sampah kehidupan kan kau gendong kemana-mana.

Bisnis-bisnis besar di dunia selalu muncul dari problem (masalah) yang ada karena keterbatasan ini, keterbatasan itu. Dan para entrepreneur- entrepreneur besar selalu berpikir untuk mencari solusinya. Bukan malah mengeluh atau bahkan mencaci maki keadaan.

Maka lahirlah masterpiece dari sana. Karya-karya mengagumkan para pengubah dunia.

Sekian.

By: Sulismiati,M.Psi., Psikolog, Paur Subbaghumas Polresta Yogyakarta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel