HOAX: Polsek Kalideres Difitnah Meminta Uang Damai 300 Juta

Metro Jakarta Barat- Berikut hoax dari isi pesan berantai yang beredar di sejumlah grup WhatsApp tentang uang damai sebesar 300 juta rupiah oleh kepolisian Polsek Kalideres. Berikut adalah kutipan isi pesan tersebut:
Penting utk info kpd tmn2 grup, ada kejadian seorang  laki2 dlm perjalanan plg dr kerja mampir keStarbuck utk beli kopi, tiba2 dtg seorang wanita muda mengeluh ketinggal dompet, minta dibantu uang sebesar rp.100 rb setelah diberi uang, wanita tsb memberikan 1 bungkus rokok.  Setelah keluar  dr cafe tiba2 dia digrebek oleh beberapa polisi dipaksa utk mengakui telah membeli narkoba dan ditahan. Ternyata itu semua bermodus pemeresan mereka minta uang damai 300 jt. Tolong selalu hati2 dan waspada.☝☝
 Teman teman hati2 ya. Semalem sepupu saya dijebak orang dimall daan mogot. Modus nya seorang wanita nanggis2 minta duit utk beli obat, karena kasian sodara saya kasih duit 100rb. Setelah kasih duit 100rb wanita itu minta tolong pegangin kotak rokoknya dan alasan nya mau ke apotik sebentar, br itu wanita jalan saudara saya lsg ditangkap polisi. Sekarang masih ditahan dipolsek kalideres. Sedangkan wanita itu sudah menghilang. Sudah dipastikan komplotan sm polisi tersebut. Be carefull.
Hati2 ya...ini beneran, tetangga rumah Citra 2
[8/9 17:15] ‪+62 812-1918-3888‬: [9/8, 13:05] Ling2: Ini sepupu richard i. Minta tebusan 300jt. Akhirnya jadi 100jt krn mamanya kasian liat anaknya digebukin di dlm tahanan. Bener2 kasian, padahal dia bermaksud baik kasi uang tapi malah dijebak. Hati2 di mall daan mogot sering kejadian gitu. Dia incar liat mobil
[9/8, 13:07] Ling2: Kejadiannya di depan starbuck, baru turun dari mobil langsung disamperin ibu2
[9/8, 13:08] Ling2: Parah mmg. Hati2 ya SEKARANG dimanapun kalau ada yg minta2 HARUS cuekin aja.
KALAU TIDAK, MASALAH BERAT SEDANG MENUNGGU .
Dikutip dari halaman detik.com, Polsek Kalideres membantah pesan berantai yang beredar yang menyebutkan polisi merekayasa penangkapan dan meminta uang sebesar Rp 300 juta. Polisi menyebut pesan tersebut adalah tidak benar alias hoax.

"Bahwa berita berita yang kemarin itu benar-benar hoax, yang tentu saja merugikan kita semua, terutama kami dari Polsek Kalideres, karena ditujukan di Polsek Kalideres," kata Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng kepada wartawan di Polsek Kalideres, Rabu (12/9/2018).

Pius menyebut memang benar pihaknya menangkap pengguna narkoba di waktu dan lokasi yang sama dengan yang disebutkan dalam pesan yang beredar. Menurutnya, pihaknya menerima banyak sekali pertanyaan perihal berita hoax yang beredar luas.

"Itulah yang menjadi, buat kita kemarin sempat banyak pertanyaan ya, karena kebetulan memang peristiwa itu pas dengan peristiwa penangkapan kami. Bahwa Polsek Kalideres pada saat yang bersamaan melakukan penangkapan di TKP yang sama sesuai dengan yang berita itu. Jadi apakah berita hoax itu berkaitan dengan yang ini kita nggak tahu. Cuma karena di situ menyebutkan (Polsek) Kalideres, semua pertanyaan ke sini," lanjutnya.

Dalam rilis yang dilakukan di Polsek Kalideres, dihadirkan tersangka A yang ditangkap polisi terkait dengan kasus narkoba. Di hadapan awak media, Pius menanyai A soal berita hoax yang beredar.

"Jadi berkaitan dengan berita hoax apakah benar berita itu sumbernya dari Saudara?" tanya Pius.

"Tidak benar, Pak," jawab A.

"Terus ada di situ mengatakan bahwa polisi minta uang Rp 300 juta. Benar?" tanya Pius lagi.

"Tidak benar, Pak," jawab A.

Pesan admin, marilah bijak dalam bermedia sosial. Jangan pernah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Semoga pelaku penyebar hoax tersebut segera ditangkap atau sadar akan kesalahannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel