Kasus "Burung" Putus Disunat, Polres Pekalongan Tetapkan B Sebagai Tersangka

Bhayangkara Pekalongan – Kepala Kepolisian resor Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si pagi tadi, Senin (10/9/2018) bertempat di depan ruang lobi Mapolres Pekalongan menggelar kegiatan Press Release terkait dugaan Malpraktek sunat.

Dalam giat Press Release tersebut Kapolres Pekalongan mengatakan bahwa  saat ini penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satresrim Polres Pekalongan sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pengumpulan barang bukti, dan sampai akhirnya penyidik sudah menetapkan pria berinisial B (60) asal Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Dan saat itu juga petugas melakukan penahanan. Adapun pelaku dikenakan Pasal 360 KUHP ayat 1 karena kelalaian.

"Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pelaku serta  didukung dengan sejumlah alat bukti, akhirnya penyidik melakukan penahanan terhadap pelaku berinisial B asal Kecamatan Doro," katanya.

Seperti diberitakan, Penyidik Satreskrim Polres Pekalongan dalam hal ini Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus dugaan Malpraktek. Adapun dugaan Malpraktek yang diadukan oleh Kusnoto (39) alamat Desa Logandeng, Karangdadap anggota juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Setidaknya dalam kasus dugaan Malpraktek hingga membuat 'Kepala burung' putus dalam proses khitan anggota kepolisian sudah memanggil dua orang saksi. Selain itu anggota juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat potong merk Dr Mortov atai Electric Cautery MC-888. Kemudian 8 buah ujung pemotong, celana dalam ukuran M warna pink hitam, lima Grafadun paracetamol 500mg, 5 butir aleron chlorpheñaminr melate 4mg. 5 butir trihydrate ph chaine, spet BD-3ml merk syringe dam tas selempang merk Polo warna hitam.

sumber: https://www.instagram.com/polreskajen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel