Dua Pencuri Spesialis Rumah Kosong Diringkus Tim Serigala Polresta Bandar Lampung

Bandar Lampung- Tim Serigala Pemburu Tekab 308 Satreskrim Polresta Bandar Lampung berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor spesialis rumah kosong yakni Suryadi dan Herman. Penangkapan terhadap kedua pelaku itu dijelaskan Kasatreskrim Kompol Harto Agung saat memimpin ekspos ungkap kasus di Lobby Utama Mapolresta Bandar Lampung, Kamis 5 Juli 2018.
.

Tersangka Herman pertama kali diringkus pada Rabu 4 Juli 2018 sekitar pukul 13.00 WIB saat sedang mengemudikan angkot. Tiga jam kemudian, tersangka Suryadi alias Mpi (32) diringkus disebuah wilayah di Kelurahan Way Laga Kecamatan Panjang.

Buruh pengumpul rongsokan itu melakukan perlawanan aktif dan masih berusaha melarikan diri walau sudah dikepung sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas dikedua kakinya.

Menurut Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung, tersangka S merupakan otak dari tiap aksi mereka. Pekerjaan sebagai pengumpul rongsokan memudahkan dia untuk mencari dan menentukan rumah sasaran. Saat beraksi, dia juga yang membobol pintu rumah kemudian mengambil motor atau barang berharga lainnya dari dalam rumah.

Sementara tersangka H jadi joki dan pengamat situasi sekitar saat tersangka S beraksi. Kedua tersangka setiap beraksi pasti bawa senjata tajam.

"Buat jaga-jaga kalau ada yang memergoki, mereka pasti langsung mengancam atau berusaha melukai korbannya," kata Kasatreskrim.

Dari hasil penyidikan sementara, aksi duo maling spesialis bobol rumah kosong dan curanmor yang baru saja diringkus ini boleh dibilang sangat minimalis. Mereka hanya bermodal obeng dan kunci T.

"Pengakuan sementara kedua tersangka, mereka mengincar rumah yang ditinggal kosong pemiliknya untuk bekerja. Tidak ada sistem pengaman dirumah tersebut seperti pagar atau pintu besi. Kemudian mereka juga mengincar kostan atau rumah bedeng dengan alasan lebih gampang mendobrak. Itu sebabnya tiap beraksi mereka cuma modal obeng dan kunci palsu, " kata Kompol Harto Agung.

Pekerjaan tersangka Suryadi alias Mpi sebagai pengumpul rongsokan memudahkan ia memilih rumah sasaran. Kecamatan Sukarame dan Rajabasa jadi favorit karena banyak rumah kosong ditinggal pemilik bekerja. Duo maling ini selalu incar barang berharga yang paling cepat diraih dan bisa cepat laku dijual seperti motor, ponsel dan laptop. Motor jadi favorit karena kelalaian pemilik rumah yang - sering - meninggalkan motor lengkap dengan kunci yang masih menempel distang motor. Jika tidak, kunci T dipakai. Itu sebabnya tiap aksi cuma butuh waktu hitungan menit.

"Begitu motor curian sudah ditangan, langsung dibawa ke teman tersangka S (sudah diketahui identitasnya dan masuk DPO). Warga Bandar Lampung juga. Dijual sangat murah Rp1 juta per motor. Padahal harga pasaran motor curian biasanya Rp2 juta. Dijual super murah begitu dengan alasan butuh uang cepat. Begitu uang ditangan, langsung dibagi dan selanjutnya keduanya berpisah. Jadi mereka tergolong profesional dan ringkas, " lanjut Harto rinci. .

Hasil penjualan dibagi dua dengan porsi terbesar pada tersangka Suryadi. Residivis kasus pencurian ponsel dan laptop dengan metode pembobolan rumah pada 2016 itu dapat Rp600 ribu. Sisanya bagian tersangka Herman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel